Keterangan Gambar : Longboat yang digunakan untuk mengangkut barang ke perbatasan Mahakam Ulu. (rri.co.id)
MAHULU, Denai.id — Bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Sungai Mahakam bukan sekadar aliran air yang membelah pedalaman Kalimantan Timur. Sungai ini adalah jalur kehidupan, satu-satunya akses utama bagi pergerakan manusia dan distribusi logistik ke daerah perbatasan.
Fajar Kurniawan, pengangkut barang yang setiap hari melayani rute Long Bagun hingga Sumalindo, menyebut jalur sungai masih menjadi pilihan terbaik karena kondisi darat belum mendukung.
“Daerah sini didominasi perbukitan dan hutan lebat. Kalau lewat darat, belum banyak jalur yang bisa dilalui kendaraan besar,” ujar Fajar saat ditemui di dermaga Sungai Mahakam, Selasa (28/10/2025).
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan di Jalur Sungai
Menurut Fajar, perjalanan melalui Sungai Mahakam tidak selalu mudah. Saat musim banjir atau air surut, perjalanan kerap terhambat oleh kayu hanyut, bebatuan, dan arus deras yang mengancam keselamatan pelayaran.
“Kondisi sungai bisa berubah-ubah. Kadang aman, tapi kalau air sedang surut, kapal bisa kandas. Kalau air naik, banyak kayu hanyut yang berbahaya,” jelasnya.
Namun, di tengah tantangan tersebut, masyarakat tetap mengandalkan jalur sungai sebagai satu-satunya sarana untuk membawa kebutuhan pokok dan bahan bangunan ke wilayah pedalaman.
Jaga Tarif, Jaga Kestabilan Harga Barang
Fajar mengatakan para pengangkut berusaha menjaga tarif angkutan tetap stabil agar masyarakat pedalaman tidak terbebani.
“Kalau tarif naik, otomatis harga sembako ikut naik. Jadi kami berusaha tetap menjaga agar biayanya tidak memberatkan warga,” katanya.
Perlu Dukungan Pemerintah untuk Perawatan Sungai
Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan infrastruktur jalur air dengan rutin melakukan pengerukan dan pemeliharaan sungai. Upaya ini dinilai penting agar transportasi air tetap aman dan lancar sepanjang tahun.
“Kalau sungai terawat, distribusi logistik akan lebih mudah. Sungai Mahakam ini adalah urat nadi ekonomi warga Mahulu,” tutur Fajar. (sh)
Tulis Komentar