Keterangan Gambar : Untuk pertama kalinya, KAHMI menggelar forum konsolidasi lintas wilayah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, yang kini menjadi pusat arah pembangunan nasional.
NUSANTARA, denai.id – Peringatan HUT ke-59 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tahun ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, organisasi para alumni hijau hitam itu menggelar forum konsolidasi lintas wilayah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, yang kini menjadi pusat arah pembangunan nasional.
Ratusan peserta dari Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa
Tenggara Timur, dan Bali hadir sejak Sabtu (8/11/2025) hingga Senin
(10/11/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Nasional KAHMI dengan tuan
rumah Ketua Panitia Aulia Rahman Basri, yang juga Bupati Kutai Kartanegara.
Dalam forum yang berlangsung hangat itu, para peserta
membahas evaluasi perjalanan organisasi, agenda strategis nasional, serta arah
pembangunan IKN. Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. Muhammad
Rifqinizamy Karsayuda, menyebut konsolidasi kali ini menghasilkan sejumlah
rekomendasi penting yang akan disampaikan kepada Presiden.
“Deklarasi Nusantara akan menjadi panduan moral bagi KAHMI
dalam berkontribusi terhadap pembangunan ibu kota baru. Kami ingin memastikan
bahwa pembangunan ini berorientasi pada manusia dan keberlanjutan,” ujarnya.
Rifqinizamy juga menekankan bahwa KAHMI kini berada pada
fase implementasi gagasan. “Kita sudah 59 tahun. Saatnya tidak hanya bicara
ide, tapi hadir memberi solusi konkret bagi umat dan bangsa,” tambahnya.
Selain konsolidasi internal, forum ini juga menjadi ruang
refleksi terhadap isu kebangsaan dan regional. Sejumlah tokoh hadir memberikan
pandangan, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur, Menteri BP2MI Mukhtarudin,
serta Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang
menyampaikan orasi kebangsaan pada malam puncak peringatan.
Salah satu hasil konkret dari forum ini adalah rencana
pembangunan KAHMI Centre di kawasan IKN. Dokumen lahan pembangunan telah
diserahkan langsung oleh Otorita IKN melalui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Deklarasi Nusantara yang dibacakan pada malam penutupan
menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Dokumen itu berisi tekad KAHMI untuk
memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, lingkungan, dan penguatan kapasitas
SDM di daerah.
“Deklarasi ini bukan hanya pernyataan seremonial, tapi wujud
kesungguhan kami untuk ikut membentuk wajah baru Indonesia dari IKN,” ujar
Rifqinizamy di hadapan peserta.
Rangkaian acara ditutup dengan KAHMI Award dan doa bersama
untuk bangsa. Di usia yang ke-59, KAHMI menunjukkan bahwa semangat keislaman
dan keindonesiaan masih menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah
pengabdiannya. (nad)
Tulis Komentar